Pneumonia, (paru-paru basah) Gejala,Penyebab dan Pencegahan -->

ads

Pneumonia, (paru-paru basah) Gejala,Penyebab dan Pencegahan

Thursday, 6 August 2020

Dunia Sehat - Pneumonia, lebih dikenal sebagai paru-paru basah, adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Kantong tersebut akan dipenuhi cairan atau nanah, sehingga menyebabkan penderitanya sesak napas, batuk berdahak, demam, dan menggigil.

Gejala penyakit pneumonia dapat berkembang secara tiba-tiba atau perlahan, berupa:

Demam
Batuk kering atau berdahak
Sesak napas
Nyeri dada saat menarik napas atau batuk
Tubuh berkeringat dan menggigil
Nafsu makan menurun
Mual dan muntah, atau diare
Detak jantung lebih cepat
Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala tersebut.

Penyakit pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Penularan pneumonia dapat terjadi melalui percikan air liur (droplet) yang dikeluarkan penderita saat batuk atau bersin, dan tersebar di udara hingga dihirup oleh orang lain.

Anda berisiko tinggi mengalami penyakit pneumonia jika aktif merokok, memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah (misalnya, akibat infeksi HIV dan sedang menjalani kemoterapi), ataupun mengalami penyakit paru kronis (seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis/PPOK).

Diagnosis pneumonia
Dokter akan bertanya mengenai gejala yang Anda rasakan, kemudian memeriksa rongga dada menggunakan stetoskopi untuk mengetahui kondisi paru-paru. Apabila Anda dicurigai mengalami penyakit pneumonia, pemeriksaan penunjang akan diperlukan, antara lain:

Pulse oximetry(mengukur kadar oksigen dalam darah)
Foto Rontgen dada (memeriksa gambaran kondisi paru)
Tes darah (memastikan keberadaan infeksi)
Pemeriksaan sampel dahak(mengetahui penyebab infeksi)
Pemeriksaan tambahan diperlukan bagi Anda yang berusia lebih dari 65 tahun, seperti CT scan, kultur cairan pleura, dan bronkoskopi.

Pengobatan dilakukan sesuai penyebab dan tingkat keparahan penyakit.

Pada kasus ringan, penyakit pneumonia dapat diatasi dengan pemberian obat pereda nyeri, obat batuk, dan antibiotik. Hal lain yang juga dianjurkan untuk membantu mengurangi gejala, antara lain: istirahat yang cukup, banyak minum air putih, dan hindari melakukan aktivitas yang berlebihan.

Sedangkan pada kasus yang parah, penderita perlu ditempatkan dalam ruang perawatan intensif dan dipasangkan alat bantu pernapasan (ventilator).

Penderita penyakit pneumonia yang berusia lebih dari 65 tahun, dengan fungsi ginjal yang menurun, memiliki tekanan darah rendah, sesak napas, suhu tubuhnya di bawah normal, dan detak jantung abnormal perlu mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Bayi berusia kurang dari 2 bulan yang menderita penyakit pneumonia juga perlu menjalani rawat inap, terutama jika mengalami sesak napas, memiliki kadar oksigen darah rendah, dehidrasi, serta cenderung tertidur dan lemas.

Pencegahan pneumonia
Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penyakit pneumonia, yakni:

Melakukan vaksinasi
Tidak merokok
Hindari konsumsi minuman beralkohol
Menjaga kebersihan, salah satunya dengan rutin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir
Menerapkan gaya hidup sehat, yakni dengan cukup beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin berolahraga (setidaknya 30 menit per hari, dengan total 150 menit per minggu)
Hubungi Dokter Kami