Makan berdampak besar Bagi Penderita Pankreatitis Kronis -->

ads

Makan berdampak besar Bagi Penderita Pankreatitis Kronis

Friday, 14 August 2020

Dunia Sehat - Apa yang Anda makan berdampak besar bagi kesehatan tubuh. Apalagi jika Anda sedang menderita pankreatitis kronis. Sebuah kondisi ketika organ pankreas tidak mampu bekerja dengan baik untuk melepaskan enzim pencernaan dan mencerna makanan. Kondisi tersebut mengharuskan Anda menjaga pola makan sehari-hari.Jika Anda merasa mengalami kondisi tersebut, segera buat janji telekonsultasi sebagai langkah awal diagnosis.Lalu, apa hubungan antara penyakit pankreatitis kronis dengan pola makan sehat?


Hubungan Pankreatitis Kronis dengan Pola Makan

Pankreatitis kronis adalah kondisi peradangan organ pankreas yang tidak kunjung sembuh dalam jangka waktu panjang. Kondisi ini dapat terjadi apabila peradangan kurang mendapatkan pengobatan yang optimal, sehingga akan memperparah penyakit dari waktu ke waktu dan berisiko menyebabkan kerusakan permanen.


Pada akhirnya, penyakit ini dapat merusak kemampuan pasien untuk mencerna makanan dan produksi hormon pankreas seperti insulin dan glukagon.


Waspadai gejala penyakit pankreatitis kronis sejak dini, karena penyakit ini umumnya menyerang pasien berusia 30 hingga 40 tahun dan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Pola makan yang baik dapat membantu mengurangi sakit perut yang kerap dialami oleh penderita pankreatitis akut. Disampaikan oleh dokter ahli pankreas di Cleveland Clinic, Prabhleen Chahal, MD, bahwa memilih makanan sehat sama dengan memberi jeda waktu istirahat untuk organ pankreas dan membantu memulihkannya.

Oleh karena itu, sangat penting bagi penderita pankreatitis kronis untuk mengetahui makanan apa saja yang bisa dikonsumsi dan makanan apa saja yang harus dihindari. Ikuti aturan makan untuk penderita pankreatitis kronis dan buat menu makanan sehat dengan bijak, karena setiap pilihan menu dapat memengaruhi kondisi tubuh Anda.


Apa Makanan yang Boleh Dikonsumsi Penderita Pankreatitis Kronis?

Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengatur pola makan yang baik apabila Anda sedang menderita pankreatitis kronis. Anda juga bisa menjaga kesehatan pankreas dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, kaya akan antioksidan, dan rendah lemak. Contoh makanan yang tergolong dalam kriteria tersebut yaitu daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan produk olahan susu seperti susu almond atau susu rami. Dengan mengonsumsi jenis makanan tersebut, organ pankreas tidak perlu bekerja keras untuk dapat mencernanya.


Dilansir dari Healthline, sebuah penelitian menunjukkan bahwa beberapa penderita pankreatitis kronis dapat mentoleransi hingga 30% hingga 40% kalori dari lemak nabati. Sedangkan yang lainnya hanya mampu mengonsumsi lemak hingga 50 gram per hari atau kurang dari itu.


Jika Anda ingin mengonsumsi makanan manis, pilih buah-buahan sebagai pengganti gula, karena penderita pankreatitis kronis lebih berisiko terkena diabetes akibat adanya gangguan hormon pankreas. Pertimbangkan makanan seperti tomat ceri, mentimun, blueberry, dan biji-bijian sebagai camilan yang melindungi pencernaan Anda.


Vitamin dan Mineral

Penderita pankreatitis kronis berisiko tinggi mengalami kekurangan gizi (malnutrisi). Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan penyerapan zat makanan yang berakibat pada kurangnya nutrisi bagi tubuh. Selain itu, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti minum minuman beralkohol dan muncul rasa sakit yang timbul setelah makan.


Kekurangan vitamin dan mineral akan berujung pada munculnya masalah pencernaan hingga osteoporosis. Oleh karena itu, sangat penting bagi penderita pankreatitis kronis untuk memeriksakan kesehatan secara teratur dan mengontrol kecukupan nutrisi sehari-hari.


Umumnya, obat yang banyak mengandung vitamin dan mineral, yaitu : kalsium, zat besi, folat, vitamin A, vitamin B12, vitamin D, dan vitamin E dapat diberikan kepada Anda sebagai tambahan. Namun, hal ini tergantung pada hasil pemeriksaan darah yang dianjurkan dokter.


Suplementasi Enzim

Dokter akan meresepkan suplementasi enzim pankreas bersamaan dengan pengaturan pola makan. Sangat penting bagi penderita pankreatitis kronis untuk meminumnya secara teratur guna mencegah flare up seperti nyeri dan bengkak selama masa perawatan.


Pada dasarnya, organ pankreas berfungsi untuk melepaskan enzim pankreas ketika makanan yang belum tercerna masuk ke dalam usus kecil. Enzim ini akan bergabung dengan cairan empedu dan mulai memecah makanan di usus kecil.


Karena organ pankreas tidak mampu bekerja secara optimal, Anda mungkin tidak mempunyai enzim pankreas yang dibutuhkan untuk mencerna makanan.


Kondisi tersebut dapat dicegah dengan suplementasi enzim yang diresepkan oleh dokter. Tujuannya untuk memperbaiki gejala feses berminyak (steatorrhea) dan menurunkan risiko malnutrisi.


Makanan yang Harus Dihindari Penderita Pankreatitis Kronis

Pankreatitis kronis menyebabkan Anda tidak bisa menikmati semua makanan lezat. Ada sejumlah makanan yang menjadi pantangan selama proses perawatan. Jika memungkinkan, hindari mengonsumsi makanan yang digoreng, tinggi lemak, dan tinggi gula. Pastikan untuk membatasi jenis makanan berikut yang dianjurkan olehCleveland Clinic, seperti:


Mayones.

Kue kering.

Daging merah.

Daging jeroan.

Minuman manis.

Susu tinggi lemak.

Margarin dan mentega.

Kentang goreng dan keripik kentang.


Mengapa jenis makanan tersebut berbahaya dan harus dihindari oleh penderita pankreatitis kronis? Pankreas memproses sebagian besar lemak yang Anda konsumsi. Jadi, semakin banyak lemak yang Anda makan, semakin keras pula pankreas bekerja untuk mengolah makanan.


Makanan tinggi lemak dan tinggi gula juga berisiko meningkatkan kadar lemak di dalam darah (trigliserida). Kadar trigliserida yang berlebihan dapat meningkatkan risiko pankreatitis. Dr. Chalal juga menyebutkan bahwa daging olahan dan daging merah dapat meningkatkan risiko kanker pankreas.


Selain itu, hindari makanan dengan serat berlebih karena bisa menghambat pencernaan. Mengonsumsi serat secara berlebihan juga bisa menyebabkan kerja enzim pankreas menjadi tidak efektif, namun hal ini masih menjadi perdebatan para ahli. Demi mencegah hal tersebut, pastikan Anda mengonsumsi serat dalam jumlah ideal sesuai kebutuhan Anda atau konsultasikan kepada dokter Anda untuk mengetahui pola makan yang tepat.


Tips Mengubah Pola Makan untuk Penderita Pankreatitis Kronis

Jika Anda sedang atau pernah menderita pankreatitis kronis, sebaiknya atur ulang pola makan dengan menu makanan sehat sesuai anjuran dokter. Tujuannya untuk mempercepat pemulihan organ pankreas sehingga dapat bekerja secara optimal. Berikut tips mengubah pola makan untuk penderita pankreatitis kronis:


Jangan merokok.

Hindari minum minuman beralkohol.

Penuhi kebutuhan harian cairan tubuh.

Batasi jumlah asupan lemak kurang dari 30 gram per hari dan hindari lemak jenuh.

Mengonsumsi multivitamin seperti vitamin A, B12, D, E, K, zinc, dan asam folat sesuai dengan anjuran dokter.

Makan 6 hingga 8 porsi kecil dalam sehari. Ini membantu pankreas bekerja lebih ringan dalam mencerna makanan.

Jika keluhan seperti nyeri perut masih berlanjut atau apabila Anda mengalami malnutrisi (kekurangan nutrisi), segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis gizi untuk menyusun rencana diet yang lebih baik.