Gejala diare pada anak dan Tips menanganinya -->

ads

Gejala diare pada anak dan Tips menanganinya

Saturday, 8 August 2020

 Gejala diare pada anak

Diare pada anak dapat disertai dengan gejala-gejala tambahan sebagai berikut:


Perut kembung

Mual

Muntah

Demam

Nyeri perut

Lemas

Diare pada anak tentu tidak boleh dianggap sepele, karena dapat menyebabkan dehidrasi berat yang berujung pada penurunan kesadaran, kejang, kerusakan otak, hingga kematian.


Kapan Anda perlu khawatir saat anak diare?

Jika Si Kecil berusia kurang dari 2 tahun, segera hubungi dokter saat diare disertai tanda demikian:


Menangis terus-menerus

Mudah mengantuk, bingung, dan lesu

Tidak mau minum

Jarang buang air kecil

Demam dan muntah

Muncul lendir atau darah pada tinja

Apabila lebih dari 2 tahun, hubungi dokter jika diare membuat Si Kecil:

Menangis terus-menerus

Mengantuk dan bingung

Tidak mau minum

Tidak buang air kecil selama sehari

Demam

Tinja encer selama 3 hari

Nyeri perut

Muncul lendir atau darah pada tinja

Penyebab diare pada anak

Berikut ini beberapa penyebab yang membuat Si Kecil rentan terkena diare, di antaranya:

Kebiasaan makan tanpa mencuci tangan pakai sabun

Infeksi kuman, misalnya virus (rotavirus) dan bakteri

Efek samping konsumsi obat, salah satunya antibiotik

Terlalu banyak konsumsi makanan pedas, masam, atau asin

Alergi makanan, misalnya telur, kacang, atau ikan

Intoleransi laktosa, seperti susu


Pengobatan diare pada anak

Pada kasus diare pada bayi, tetap berikan ASI atau susu formula selama Si Kecil minum dengan baik. Jika ia menolak saat diberikan susu, coba ganti dengan air putih hangat atau oralit untuk mencegah dehidrasi.Bagaimana dengan diare pada balita? Berikan cairan setiap Si Kecil BAB. Jika diare berlangsung lebih dari 7 hari, kurangi asupan susu atau produk olahannya.Jika ia muntah, berikan air putih 1-2 sendok teh setiap 5 menit sekali.


Si Kecil harus minum lebih banyak jika tidak lagi mual dan muntah. Pastikan Anda memberikannya minum dalam posisi duduk. Sebab jika posisinya berbaring, Si Kecil rentan tersedak.

Jika diare membuat anak tidak mau makan?

Tenang saja. Nafsu makan Si Kecil akan membaik saat kondisinya berangsur pulih. Anda tidak perlu memaksa makan jika ia tidak menginginkannya. Untuk memastikan ia tetap mendapatkan asupan bergizi demi tumbuh kembangnya, berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering.

Kapan diare pada anak perlu dirawat inap?

Si Kecil memerlukan rawat inap jika diare yang dialaminya disertai dengan tanda dehidrasi, seperti:


Tubuh lemas

Mengantuk

Mata tampak cekung

Tidak mau makan atau minum

Tekanan darah rendah

Nadi cepat

Saat rawat inap, Si Kecil akan mendapatkan resusitasi cairan untuk memulihkan kondisi cairan serta mencegah terjadinya syok yang dapat mengancam nyawanya.


Pencegahan diare pada anak

Diare pada anak termasuk penyakit yang dapat dicegah, dengan cara:

Memberikan ASI eksklusif hingga usianya 2 tahun

Memberikan anak vaksin rotavirus

Menjaga kebersihan lingkungan (terutama sumber air minum)

Membiasakan anak untuk mencuci tangan pakai sabun, terutama sebelum dan sesudah makan, setelah buang air kecil atau buang air besar, serta setelah memegang benda kotor