Beberapa Gejala Kista Payudara -->

ads

Beberapa Gejala Kista Payudara

Thursday, 6 August 2020

Dunia Sehat - Kista payudara adalah kantung berisi cairan yang tumbuh di dalam jaringan payudara, biasanya bersifat jinak (bukan kanker). Kista payudara dapat berjumlah satu atau beberapa, di salah satu ataupun kedua payudara. Memiliki kista payudara tidak meningkatkan risiko kanker payudara.

Kista payudara umumnya terjadi pada wanita sebelum menopause, antara usia 35 dan 50 tahun, namun dapat pula ditemukan pada wanita dari segala rentang usia. Selain itu, kista payudara juga dapat terjadi pada wanita pascamenopause yang menggunakan terapi sulih hormon.

Kista payudara jarang menimbulkan gejala, sehingga seringkali terdeteksi ketika melakukan pemeriksaan payudara atau tes pencitraan (seperti X-ray,, CT-scan, MRI). Namun, Anda dicurigai terkena kista payudara jika mengalami gejala berikut:

Muncul benjolan bulat atau oval yang terasa lembut/lunak dan mudah digerakkan (dapat pula terlihat jelas tanpa harus diraba), dengan batas tepi yang tegas/jelas.
Keluar cairan dari puting payudara, berwarna kuning, bening, atau coklat tua.
Rasa nyeri dan tidak nyaman di sekitar daerah benjolan.
Benjolan membesar dan nyeri bertambah ketika mendekati waktu menstruasi.
Hubungi dokter jika Anda merasakan adanya benjolan abnormal pada payudara dan tidak menghilang selama beberapa hari.

Penyebab kista payudara
Penyebab kista payudara belum diketahui secara pasti. Namun, perubahan hormon selama siklus haid diduga menjadi penyebab kemunculan kista pada payudara.

Setiap payudara mengandung lobus-lobus jaringan kelenjar payudara, tersusun seperti kelopak bunga. Lobus-lobus tersebut terbagi menjadi bagian kecil yang menghasilkan ASI selama kehamilan dan menyusui. Jaringan pendukung yang memberikan bentuk pada payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan ikat berserat.

Kista payudara terbentuk sebagai akibat dari akumulasi cairan di dalam kelenjar dan jaringan ikat payudara. Beberapa penelitian menunjukan bahwa kelebihan estrogen dalam tubuh wanita dapat merangsang jaringan payudara, dan berkontribusi pada terbentuknya kista payudara tersebut.

Berikut ini beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis kista payudara:

Pemeriksaan fisik payudara. Dokter akan memeriksa payudara Anda dengan teknik perabaan untuk menentukan jumlah benjolan, konsistensi (keras atau lunak), ukuran, ada tidaknya nyeri tekan, ataupun melihat secara langsung ada tidaknya cairan yang keluar. Dari tahap ini dokter dapat memberikan gambaran kasar apakah benjolan tersebut merupakan benjolan yang berbahaya atau tidak, sekaligus menentukan rencana selanjutnya.
Tes pencitraan mamografi. Pemeriksaan ini menggunakan dosis rendah paparan sinar x-ray pada jaringan payudara. Mamografi dilakukan untuk mencari tanda-tanda awal kanker payudara sebelum pasien mengalami gejala. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk mencari kelainan ketika pasien baru memiliki gejala baru (benjolan atau nyeri fokal) di jaringan payudaranya.
USG payudara untuk menentukan apakah benjolan berisi cairan atau berupa massa padat. Daerah berisi cairan biasanya menunjukkan kista payudara. Massa yang tampak padat kemungkinan besar adalah benjolan non-kanker (seperti fibroadenoma mammae), tetapi benjolan padat juga bisa menjadi kanker payudara. Dokter Anda dapat merekomendasikan biopsi untuk mengevaluasi lebih lanjut massa yang tampak padat. Jika dokter Anda dapat dengan mudah merasakan benjolan payudara, ia mungkin melakukan aspirasi dengan jarum halus (fine needle aspiration biopsy)
Biopsi payudara, merupakan teknik aspirasi jaringan payudara menggunakan jarum halus untuk mengambil sedikit jaringan payudara dan diperiksa di lab. Saat pemeriksaan, dokter akan memasukkan jarum halus kedalam benjolan payudara dan mencoba menarik cairan yang berada pada kantung benjolan tersebut (aspirasi). Seringkali, aspirasi jarum halus dilakukan menggunakan ultrasound (USG) untuk memandu penempatan jarum yang akurat. Jika cairan keluar dan benjolan payudara hilang, dokter dapat segera membuat diagnosis kista payudara.
Pengobatan kista payudara
Kebanyakan kista payudara tidak memerlukan perawatan atau pengobatan, bahkan dapat menghilang dengan sendirinya.

Kista payudara sederhana (simple breast cyst) yang berisi cairan dan tidak menimbulkan gejala, sebetulnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun jika benjolan tersebut menetap atau terasa berbeda dari waktu ke waktu, segera hubungi dokter untuk tindakan selanjutnya.

Kista payudara berukuran besar dan dengan gejala (terasa sangat nyeri dan mengganggu) mungkin memerlukan pengobatan. Pilihan pengobatan tersebut diantaranya dengan biopsi aspirasi jarum halus, menggunakan obat hormonal (namun dikatakan pada beberapa kasus dapat juga menjadi penyebab berkembangnya kista payudara, sehingga perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter terkait pengobatan ini), ataupun operasi pengangkatan kista.

Hingga saat ini belum diketahui cara pasti untuk mencegah kista payudara.