PENYAKIT MATA KATARAK -->

ads

PENYAKIT MATA KATARAK

Monday, 1 February 2016

I.    Definisi
      Katarak berasal dari bahasa Yunani yaitu katarrhakies, Latin cataraca yang berarti air terjun. Katarak adalah keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) pada lensa, denaturasi protein lensa atau akibat dari keduanya.
Umumnya katarak merupakan penyakit usia lanjut tapi dapat juga akibat dari kelainan kongenital.

II.    Etiologi
Katarak dapat disebabkan oleh beberapa faktor:
1.    Fisik
2.    Kimia
3.    Penyakit predisposisi
4.    Genetik dan gangguan perkembangan
5.    Infeksi virus dimassa pertumbuhan janin
6.    Usia

III.    Klasifikasi

1.    Berdasarkan penyebab
-    Katarak traumatik
-    Katarak toksik
-    Katarak komplikata
-    Katarak kongenital

2. bedasarkan lokasi kekeruhan
-    Katarak sentralis
-    Katarak kortikal
-    Kataran subkapsular posterior

3.    Berdasarkan proses
-    Katarak primer
-    Katarak skunder

4.    Berdasarkan stadium
-    Katarak insipient
-    Katarak imatur/katarak intumesen
-    Katarak matur
-    Katarak hipermatur

KATARAK SENILIS
      Katarak senilis adalah semua kekeruhan lensa yang terdapat pada usia lanjut, yaitu usia diatas 50 tahun. Penyebabnya sampai sekarang tidak diketahui.

1.    Patofisiologi
      Penyebab pasti sampai sekarang belum diketahui. Terjadi perubahan kimia pada protein lensa dan agregasi menjadi protein dengan berat molekul tinggi. Agregasi protein ini mengakibatkan fluktuasi indeks refraksi lensa, pemendaran cahaya dan mengurangi kejernihan lensa. Perubahan kimia pada protein inti lensa mengakibatkan pigmentasi progresif menjadi kuning atau kecoklatan dengan bertambahnya umur, juga terjadi penurunan konsentrasi glutation dan kalium, peningkatan konsentrasi natrium dan kalsium serta peningkatan hidrasi lensa. Faktor yang berperan pada pembentukan katarak antara lain proses oksidasi dari radikal bebas, paparan sinar ultraviolet dan malnutrisi.

2.    Pembagian
Menurut tebal tipisnya kekeruhan lensa, katarak senilis dibagi menjadi 4 stadium:
1)    Kataran insipient
Kekeruhan lensa tampak terutama di bagian perifer konteks berupa garis-garis yang melebar dan makin ke sentral menyerupai ruji sebuah roda. Biasanya pada stadium ini tidak menimbulkan gangguan tajam penglihatan dan masih bisa dikoreksi mencapai 6/6.
2)    Katarak imatur/intumesen
Kekeruhan terutama di bagian posterior nucleus dan belum mengenai seluruh lapisan lensa. Terjadi pencembungan lensa karena lensa menyerap cairan, akan mendorong iris kedepan yang menyebabkan bilik mata depan menjadi dangkal dan bisa menimbulkan glaucoma skunder. Lensa yang menjadi lebih cembung akan meningkatkan daya bias sehingga kelainan refraksi menjadi lebih miopi.
3)    Katarak matur
Kekeruhan sudah mengenai seluruh lensa, warna menjadi putih keabu-abuan. Tajam penglihatan tinggal melihat gerakan tangan atau persepsi cahaya.
4)    Katarak hipermatur
Apabila stadium matur dibiarkan akan terjadi pencairan korteks dan nucleus tenggelam ke bawah (Katarak Morgagni), atau lensa akan terus kehilangan cairan dan keriput (Shrunken cataract). Operasi pada stadium ini kurang menguntungkan karena menimbulkan penyulit.

3.    Gejala Klinis
Subyektif
-    Tajam penglihatan menurun; makin tebal kekeruhan lensa, tajam penglihatan makin mundur. Demikian pula bila kekeruhan terletak di sentral dari lensa penderita merasa lebih kabur dibandingkan kekeruhan di perifer
-    Penderita merasa lebih enak membaca dekat tanpa kacamata seperti biasanya karena miopisasi
-    Kekeruhan di subkapsular posterior menyebabkan penderita mengeluh silau dan penurunan penglihatan pada keadaan terang.
Obyektif
-    Leukokoria; pupil berwarna putih pada katarak matur
-    Tes iris shadow (bayangan iris pada lensa): yang positif pada katarak imatur dan negative pada katarak matur.
-    Refleks fundus yang berwarna jingga akan menjadi gelap (refleks fundus negative) pada katarak matur.

4.    Diagnosis
- Optotip snellen: untuk mengetahui tajam penglihatan penderita. Pada stadium insipient dan imatur bisa dicoba koreksi dengan lensa kacamata yang terbaik.
- Lampu senter: refleks pupil terhadap cahaya pada katarak masih normal. Tampak kekeruhan pada lensa terutama bila pupil dilebarkan, berwarna putih keabu-abuan yang harus dibedakan dengan refleks senile. Diperiksa proyeksi iluminasi dari segala arah pada katarak matur untuk mengetahui fungsi retina secara garis besar.
- Oftalmoskopi : untuk pemeriksaan ini sebaiknya pupil dilebarkan. Pada stadium insipient dan imatur tampak kekeruhan kehtam-hitaman dengan latar belakang jingga, sedangkan pada stadium matur hanya didapatkan warna kehitaman tanpa latar belakang jingga atau refleks fundus negative.
- slit lamp biomikroskopi: dengan alat ini dapat dievaluasi luas, tebal dan lokasi kekeruhan lensa.

5.    Diagnosis Banding
-   Refleks senile: pada orang tua dengan lampu senter tampak warna pupil keabu-abuan mirip katarak, tetapi pada pemeriksaan refleks fundus positif.
-    Katarak komplikata : katarak terjadi sebagai penyulit dari penyakit mata (missal uveitis anterior) atau penyakit sistemik (misal: diabetes mellitus)
-    Katarak karena penyebab lain: missal karna obat-obatan (kortikosteroid), radiasi, rudapaksa mata, dan lain-lain.
-    Kekeruhan badan kaca
-    Ablasi retina

6.    Penyulit
-    Glukoma sekunder: terjadi katarak intumesen, karena kecembungan lensa
-    Uveitis pakotoksik atau glaucoma fakolitik: terjadi pada stadium hipermatur sebagai akibat massa lensa yang keluar dan masuk kedalam bilik mata depan.

7.    Penatalaksanaan
1)    Pencegahan sampai saat ini belum ada
2)    Pembedahan: dilakukan apabila kemunduran tajam penglihatan penderita telah mengganggu pekerjaan sehari-hari dan tidak dapat dikoreksi dengan kaca mata.
3)    Pembedahan berupa ekstraksi katarak yang dapat dikerjakan dengan cara:
a.    Intrakapsular: massa lensa dan kapsul dikeluarkan seluruhnya
b.    Ekstra kapsular: massa lensa dikeluarkan dengan merobek kapsul bagian anterior dan meninggalkan kapsul posterior
c.    Fakoemulsifikasi: inti lensa dihancurkan didalam kapsul dan sisa massa lensa dibersihkan dengan irigasi dan aspirasi.
4)    Koreksi afakia (mata tanpa lensa)
a.    Implantasi intra okuler: lensa intra okuler ditanam setelah lensa mata diangkat
b.    Kaca mata. Kekurangannya adalah distorsi yang cukup besar dan lapang pandang terbatas. Kekuatan lensa yang diberikan sekitar +10 D bila sebelumnya emetrop.
c.    Lensa kontak : diberikan pada afakia monokuler dimana penderita kooperatif, trampil dan kebersihan terjamin. Kaca mata dan lensa kotak diberikan apabila pemasangan lensa intra ocular tidak dapat dipasang dengan baik atau merupakan kontraindikasi.