OSTEOPOROSIS -->

ads

OSTEOPOROSIS

Thursday, 11 February 2016

OSTEOPOROSIS

I.                   Definisi
      Osteoporosis berasal dari bahasa Yunani, Osteo yang berarti tulang, dan porosis berarti lubang, sehingga Osteoporosis di definisikan sebagai tulang yang berlubang.
      Suatu keadaan dimana tulang menjadi keropos, tanpa mengubah bentuk atau struktur tulang, namun daerah dalam tulang menjadi berlubang-lubang sehingga mudah patah.
II.                Epidemiologi
-          Dapat menyerang laki-laki dan perempuan
-          1 dari 3 wanita dan 1 dari 12 pria diatas umur 50 tahun akan menderita osteoporosis.
III.             Faktor Resiko

a.       Faktor yang tidak dapat dikendalikan
1.      Jenis Kelamin
Wanita lebih besar resikonya daripada pria, ini karena pengaruh hormone estrogen yang mulai menurun dalam tubuh sejak usia 35 tahun.
2.      Usia
Semakin tua, resiko osteoporosis semakin besar, karena secara alamiah tulang semakin rapuh sejalan dengan bertambahnya usia. Pada usia lanjut terjadi penurunan kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium.
3.      Ras
Kulit putih memiliki resiko lebih tinggi disbanding dengan kulit hitam. Ras kulit hitam memiliki massa tulang lebih padat, otot lebih besar sehingga tekanan pada tulang pun semakin besar, dan kadar estrogen lebih tinggi.
4.      Riwayat Keluarga
5.      Menopause
Pada wanita yang sudah menopause kadar estrogen menurun atau menghilang karena tubuh tidak lagi memproduksi sehingga kepadatan tulang mulai berkurang dan terjadi pengeroposan tulang dan tulang mudah patah.
b.      Faktor yang dapat dikendalikan
1.      Aktivitas fisik
Akibat kurang gerak atau kurang aktivitas dapat menyebabkan otot-otot tidak terlatih dan kendor sehingga mempercepat penurunan kekuatan tulang.
2.      Kurang kalsium
Kalsium penting dalam pembentukan tulang. Apabila tubuh kekurangan kalsium, maka tubuh akan mengambil kalsium dari tulang dan bagian tubuh lainnya sehingga tulang menjadi rapuh.
3.      Merokok
Wanita perokok, kadar estrogen lebih rendah dan akan mengalami menopause 5 tahun lebih cepat.
Kandungan nikotin dalam rokok akan memberikan pengaruh buruk dalam penyerapan dan penggunaan kalsium sehingga pengeroposan tulang terjadi lebih cepat.
4.      Alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan akan mengakibatkan luka pada lambung sehingga terjadi perdarahan, tubuh kehilangan kalsium yang ada dalam darah, sehingga terjadi penurunan massa tulang.
5.      Soft drink
Soft drink mengandung fosfor dan kafein. Fosfor akan mengikat kalsium dan membawanya keluar dari tulang. Kafein akan meningkatkan pembuangan kalsium melalui urin.
6.      Stress
Stress akan meningkatkan produksi hormone stress (kortisol) yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, sehingga meningkatkan pelepasan kalsium ke dalam peredaran darah dan mengakibatkan tulang menjadi rapuh.
IV.             Manifestasi klinis
Osteoporosis disebut “silent disease” karena kehilangan tulang tanpa gejala.
Tanda-tandanya adalah:
1.      Tinggi badan berkurang
2.      Bungkuk/bentuk tubuh berubah
3.      Patah tulang
4.      Nyeri apabila ada patah tulang
V.                Pencegahan
Sebaiknya dilakukan pada usia muda:
1.      Asupan kalsium cukup
Konsumsi kalsium setiap hari, dosis usia produktif 1000mg kalsium per hari, usia lanjut 1200mg per hari.
Kalsium dapat terpenuhi dari makanan sehari-hari seperti brokoli, tempe, tahu, keju dan kacang-kacangan.
2.      Sinar matahari
UVB membantu tubuh menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan tubuh dalam pembentukan massa tulang. Berjemurlah dibawah sinar matahari pagi selama 20-30 menit, 3 kali semingu pada jam <09.00 pagi atau sore hari setelah jam 16.00.
3.      Olahraga
Senam aerobik, berjalan kaki dengan teratur merupakan upaya pencegahan yang paling penting yang berfungsi sebagai beban yang dapat meningkatkan kepadatan tulang.
4.      Hindari rokok dan alkohol

5.      Deteksi dini osteoporosis