Penjelasan WSD (Water Seal Drainage) -->

ads

Penjelasan WSD (Water Seal Drainage)

Monday, 18 January 2016


= Penyalir Sekat Air

Fungsi     :   mengembangkan paru – paru yang kolaps
       - mengeluarkan udara
             - mengeluarkan darah / cairan

WSD dicabut apabila :
   
-  Paru – paru sudah mengembang à lihat dari foto 
-    Pneumotoraks sudah minimal à sudah tidak sesak  
-    Hemotoraks sudah minimal à sudah tidak sesak
-    WSD sudah tidak produksi


 

  Apabila ada perbaikan klinis , lebih baik selang WSD tidak langsung dicabut, tapi selang di klem dulu selama 24 jam untuk menghindari kejadian ternyata WSD masih produksi lagi.

WSD dicabut pada saat tekanan intra toraks (+) yaitu penderita disuruh inspirasi dalam lalu kemudian tahan.

Lokasi Pemasangan WSD :
-    Pada Tension Pneumotoraks        : Biasanya pada ICS II linea midclavicula
-    Pada Hematotoraks      :ICS V anterior dari garis mid axilaris (setinggi puting susu)





    Yang perlu diperhatikan Tanda WSD berfungsi
-    Darah inisial
-    Adanya bubble (gelembug-gelembung udara)
-    Adanya undulasi (gerakan cairan dalam drain/selang yang mengikuti irama pernapasan
-    Produksi / jam à 3 jam I    cairan kekuningan / kental .......cc
-    Fogging (berembun / berkabut di selang)

Torakotomi dilakukan bila :
- pada awalnya keluar darah 1500 cc, atau
- kehilangan darah terus-menerus sebanyak 200 cc perjam dalam waktu 2 – 4 jam  
                                            
Sebab kegagalan WSD
-    Tube terlipat di dalam rongga dada
-    Sumbatan dalam bekuan darah pada drain
-    Dapat terjepit di antara kedua costa
-    Ada bekuan diantara drain/ sambungan drain
-    Cairan tidak dikoreksi à terlalu banyak à cup tenggelam

Selang WSD : Chest tube no. 38 French
bila tidak ada gunakan selang NGT / Rectal Tube

Cara Pasang WSD menurut ATLS (insersi  chest tube)
1.  Resusitasi cairan melalui paling sedikit 1 kateter intra vena kaliber besar dan monitor tanda vital harus dilakukan.
2.  Tentukan tempat insersi, biasanya setinggi puting (sela iga V) anterior linea mid aksilaris pada area yang terkena. Chest tube kedua mungkin dipakai pada hemotoraks.
3.     Siapkan pembedahan dan tempat insersi ditutup dengan kain
4.     Anestesi lokal kulit dan periosteum iga (dengan infiltrasi anestesi)
5.  Insisi transversal (horisontal) 2 – 3 cm pada tempat yang telah ditentukan dan diseksi tumpul melalui jaringan subkutan, tepat di atas iga
6.   Tusuk pleura parietal dengan ujung klem dan masukkan jari ke dalam tempat insisi untuk mencegah melukai organ yang lain dan melepaskan perlekatan, bekuan darah dan lain – lain.
7.   Klem ujung proximal tube torokostomi dan dorong tube ke dalam rongga pleura sesuai panjang yang diinginkan
8.   Cari adanya ” fogging” pada chest tube pada saat ekspirasi atau dengan aliran udara.
9.    Sambung ujung tube toraksostomi ke WSD
10.Jahit tube ditempatnya (jahit dengan jahitan matras horisontal, akhiri dengan simpul hidup)
11.Tutup dengan kain kasa dan plester
12. Buat foto rontgen toraks
13.Pemeriksaan analisa gas darah sesuai kebutuhan