DRAINAGE SUPRA PUBIK -->

ads

DRAINAGE SUPRA PUBIK

Sunday, 17 January 2016




Indikasi : - Penderita dengan retensi urin (striktura uretra, batu uretra, BPH yang    
                  besar)
                - Neurogenik bladder       

Macam – macam drainage urin supra pubik        : - Pungsi supra pubik
                                                                     - Sistostomi trokar
                                                                          - Sistostomi terbuka


SISTOSTOMI TERBUKA
 *   Penderita diletakkan dengan posisi terlentang biasa.
 *  Kadang diperlukan tambahan pengangkat sakrum (menambah beberapa bantal di bawah sakrum atau seluruh tungkai diletakkan rendah ) terutama dalam hal diperlukan kemudahan mencapai ruangan (rongga) retropubik.
*    Kulit perut bawah sampai dasar penis, pelipatan paha kanan dan kiri didesinfeksi dengan larutan betadine 2 -3 kali.
*    Lapangan operasi dipersempit dengan doek steril
*    Dilakukan penyuntikan anestesi lokal
*    Irisan yang digunakan disini  adalah di garis media tegak lurus ke atas sampai dibawah pusat. Disamping ini masih ada bentuk irisan yang lain, yaitu irisan transversal menurut cherney.
*    Irisan ini dimulai dari kulit yng diperdalam terus – menerus sampai lapisan sub kutan, fascia dari musculus rektus yang digaris tengah, dinamakan : linea alba
*    Dilakukan penyisihan lipatan peritoneum diatas buli- buli ke atas
*    Bila buli – buli penuh, lipatan peritoneum sudah terdorong ke atas. Kedudukan ini dipertahankan dengan meletakkan kasa basah diatasnya dan menarik ke atas (pakai refraktor)
*    Buli – buli dikenal karena banyak pembuluh vena yang berjalan sebagian besar vertikal.
*    Dinding buli – buli disanggah oleh dua buah jahitan yang diletakkan disisi kiri dan kanan dan dinding buli – buli sebelah depan (dapat pula digunakan klem dari Allis).
*    Untuk meyakinkan dapat dilakukan punksi buli-buli. Bila ternyata air seni yang keluar melalui tempat punksi tersebut diperlebar dengan membuat irisan tempat di titik punksi tadi dan selanjutnya diperlebar dengan menggunakan klem dari pean.
*    Setelah dilakukan eksplorasi dan buli – buli dimasukkan kateter ukuran 20-24
*    Luka buli – buli ditutup kembali dengan melakukan satu lapis jahitan benang chrom catgut 2.0
*    Bila diperlukan diversi suprapubik untuk jangka waktu lama, maka dinding buli -buli digantungkan di dinding perut dengan jalan menjahit dinding buli-buli pada otot rektus kanan dan kiri.
*    Luka operasi ditutup / dijahit lapis demi lapis
*    Otot dengan catgut chromic, fascia dengan catgut chromic, lemak dengan catgut plain, kulit dengan sutra
Untuk mencegah terlepasnya kateter, maka selain balon kateter dikembangkan, juga dilakukan penjahitan fiksasi kateter dengan kulit.